Januari 3, 2026
Hukum & KriminalNasionalPendidikanPeristiwa

Setukpa Polri Gelar Seminar “Kota Sukabumi Kota Polisi”: Perkuat Sinergi antara Kepolisian dan Masyarakat

Kegiatan ini menjadi wadah dialog dan kolaborasi untuk menciptakan Kota Sukabumi yang aman, tertib, dan humanis melalui kemitraan Polri dan masyarakat.

Kota Sukabumi, Jawa Barat — Dalam rangka memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, Sekolah Inspektur Polisi (Setukpa) Lemdiklat Polri menyelenggarakan seminar bertajuk “Kota Sukabumi Kota Polisi” pada Kamis (9/10/2025).
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari komitmen Polri dalam membangun hubungan harmonis dan kolaboratif dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tertib di Kota Sukabumi.

Seminar tersebut dihadiri oleh pejabat Polri, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, serta unsur kepemudaan. Kehadiran lintas elemen ini menandai kuatnya dukungan berbagai pihak terhadap upaya membangun budaya keamanan berbasis kebersamaan.

Membangun Konsep Kota Polisi yang Humanis dan Modern

Dalam sambutannya, perwakilan dari Setukpa Polri menegaskan bahwa konsep “Kota Polisi” bukan berarti kota yang dikuasai aparat, melainkan kota yang seluruh warganya memiliki kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kota Polisi adalah simbol partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya. Polisi hadir bukan sekadar penegak hukum, tetapi juga sahabat, pelindung, dan mitra masyarakat,” ujar salah satu pejabat Setukpa.

Konsep ini juga sejalan dengan visi Polri sebagai institusi yang presisi — prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dengan terwujudnya kerja sama yang solid, keamanan bukan lagi sekadar tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab sosial bersama.

Isi Seminar: Sinergi, Partisipasi, dan Edukasi Keamanan

Dalam seminar yang berlangsung interaktif tersebut, berbagai topik penting dibahas, antara lain:

  • Peran masyarakat dalam mendukung tugas kepolisian,
  • Pemanfaatan teknologi digital untuk sistem pengaduan cepat dan transparan,
  • Peningkatan literasi keamanan dan hukum di lingkungan warga,
  • Serta penguatan sistem keamanan berbasis komunitas (community policing).

Beberapa peserta dari kalangan pemuda dan tokoh masyarakat turut memberikan pandangan mengenai tantangan keamanan di wilayah Sukabumi, termasuk masalah kenakalan remaja, lalu lintas, serta upaya pencegahan kejahatan di tingkat RT dan RW.

Kolaborasi Nyata di Lapangan

Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan ide-ide baru dalam mendukung kinerja kepolisian. Salah satunya adalah gagasan membentuk Forum Warga Mitra Polisi (FWMP), wadah yang mempertemukan aparat dan masyarakat dalam merancang program keamanan bersama.

“Dengan forum ini, kami berharap komunikasi antara warga dan aparat semakin mudah. Setiap potensi masalah bisa ditangani lebih cepat melalui pendekatan dialog dan kemitraan,” ujar salah satu peserta seminar dari kalangan tokoh masyarakat.

Langkah konkret lain yang dibahas ialah pelatihan dasar keamanan lingkungan bagi warga, edukasi tentang kesadaran hukum dan keselamatan berlalu lintas, serta peningkatan peran Bhabinkamtibmas sebagai jembatan antara polisi dan masyarakat di tingkat kelurahan.

Harapan Setukpa Polri untuk Kota Sukabumi

Setukpa Lemdiklat Polri menegaskan bahwa seminar ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Hasil diskusi akan ditindaklanjuti dalam bentuk program berkelanjutan yang mendukung penguatan fungsi kepolisian di tengah masyarakat secara partisipatif.

“Kami ingin Sukabumi menjadi contoh kota yang warganya sadar hukum, peduli lingkungan, dan aktif mendukung tugas kepolisian. Sinergi ini penting agar keamanan dan ketertiban bisa dijaga dari akar rumput,” tegas perwakilan Setukpa.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, diharapkan “Kota Sukabumi Kota Polisi” dapat menjadi model kolaborasi nasional antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kota yang aman, tertib, dan humanis.

Seminar “Kota Sukabumi Kota Polisi” mencerminkan semangat baru dalam memperkuat hubungan Polri dan masyarakat. Melalui sinergi yang terjalin, diharapkan kesadaran hukum, kepedulian sosial, dan rasa aman di tengah warga Sukabumi semakin meningkat.
Upaya ini bukan hanya memperkokoh citra Polri sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong dalam menjaga keamanan bersama. (SR)

Related posts

Aksi Humanis Personel Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, Aiptu Bunyamin Kawal Ambulans Pasien Darurat ke RS R. Syamsudin, SH.

faktaid

Empat Korban Menangis Haru Saat Motor Dikembalikan Polisi

Redaksi FaktaBerita.id

Operasi Zebra Lodaya 2025: Polres Sukabumi Kota Musnahkan 1.583 Knalpot Brong.

Redaksi FaktaBerita.id

Leave a Comment