Januari 3, 2026
BisnisEkonomiUMKM

Pekerja Ekonomi Kreatif Indonesia Tembus 27,4 Juta pada 2025, Sektor Kreatif Jadi Pilar Ekonomi Baru

Faktaberita.id– Ekonomi kreatif Indonesia kembali mencatatkan capaian positif sepanjang 2025. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa jumlah pekerja di sektor ekonomi kreatif telah mencapai 27,4 juta orang, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Lonjakan ini menegaskan bahwa industri kreatif semakin menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pesatnya perkembangan digital dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data terkini, subsektor yang berkontribusi besar terhadap peningkatan jumlah pekerja berasal dari kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, fotografi, desain, musik, hingga konten digital. Kehadiran platform digital dan media sosial disebut menjadi katalis utama berkembangnya ekosistem kreatif, terutama di kalangan generasi muda yang memiliki minat tinggi untuk berwirausaha dan berkarya secara mandiri.

Pemerintah menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pekerja kreatif ini juga sejalan dengan naiknya nilai ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kegiatan usaha berbasis ide, inovasi, dan kreativitas dinilai mampu menciptakan nilai tambah yang besar, bahkan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil.

Transformasi Digital Jadi Pendorong Utama

Digitalisasi menjadi faktor penting dalam perkembangan sektor kreatif Indonesia. Seiring dengan tumbuhnya e-commerce, platform streaming, bisnis gim, dan industri media digital, kebutuhan terhadap talenta kreatif meningkat signifikan. Para kreator lokal kini memiliki ruang lebih luas untuk menampilkan karya tanpa batas geografis.

Banyak pelaku industri menilai bahwa era digital telah membuka peluang baru bagi pekerja kreatif, mulai dari pembuat konten (content creator), editor video, animator, ilustrator, hingga pekerja di industri musik dan fotografi profesional.

Pemerintah Fokus Perkuat Ekosistem Ekraf

Walau menunjukkan pertumbuhan positif, sektor ekonomi kreatif masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa isu yang kerap muncul antara lain:

  • akses permodalan yang belum merata,

  • kurangnya legalitas usaha pada pelaku kreatif pemula,

  • rendahnya literasi digital di sejumlah daerah,

  • perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) yang belum optimal.

Pemerintah menyatakan akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai program, termasuk inkubasi kreatif, pendampingan UMKM, penyediaan ruang kreatif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kreatif agar dapat bersaing di tingkat global.

Peluang Besar di Pasar Internasional

Dengan jumlah pekerja yang terus meningkat dan kreativitas anak muda yang semakin berkembang, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif di kawasan Asia. Produk kreatif lokal seperti fesyen muslim, kuliner khas daerah, gim buatan anak bangsa, dan konten digital berpotensi menjadi komoditas unggulan di pasar internasional.

Para pelaku industri berharap pemerintah dan swasta dapat lebih sinergis dalam membuka akses pemasaran global, termasuk menghadirkan kebijakan yang mendukung ekspor produk kreatif Indonesia.

Dengan pertumbuhan pekerja yang menembus 27,4 juta orang, sektor ekonomi kreatif diyakini akan terus menjadi motor penggerak ekonomi baru Indonesia, sebuah pilar masa depan yang menjanjikan dan berkelanjutan. (red)

Related posts

Pemandian Air Panas Cikundul Sukabumi Akan Dilelang, Pemkot Siapkan Skema “Beauty Contest” untuk Pengelolaan Wisata

faktaid

Dari Dapur Sukabumi ke Brunei: Cerita Opak Singkong yang Menembus Pasar Internasional

faktaid

Leave a Comment