Sukabumi, Jawa Barat — Warga Sukabumi dan sekitarnya sempat dikejutkan oleh getaran gempa bumi yang terjadi pada Kamis (9/10/2025) malam. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 4,7 dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 53 kilometer tenggara Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
BMKG melaporkan bahwa gempa ini terjadi pada pukul 19.26 WIB, dengan koordinat pusat gempa di 7,45 Lintang Selatan dan 106,70 Bujur Timur, serta kedalaman sekitar 31 kilometer di bawah permukaan laut. Dengan kedalaman tersebut, gempa ini tergolong gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar lokal di sekitar wilayah selatan Sukabumi.
Getaran gempa dilaporkan terasa cukup kuat di beberapa wilayah sekitar, termasuk di Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Bandung, hingga sebagian kawasan Depok. Beberapa warga mengaku sempat panik dan keluar rumah saat merasakan guncangan yang terjadi beberapa detik tersebut.
“Awalnya seperti ada suara gemuruh kecil, lalu kaca dan pintu bergetar. Tidak lama, guncangannya berhenti,” ujar Dini (34), warga Kecamatan Cikembar, Sukabumi, saat dihubungi melalui pesan singkat.
Meski getarannya cukup terasa, BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan sumber gempa berasal dari aktivitas tektonik di zona megathrust selatan Jawa Barat. Meskipun demikian, energi gempa terbilang kecil dan tidak menimbulkan deformasi dasar laut yang bisa memicu tsunami.
Pihak BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya, serta selalu memantau informasi resmi dari kanal BMKG melalui situs web, aplikasi BMKG Mobile, dan media sosial resmi lembaga tersebut.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dengan intensitas yang lebih kecil. Pastikan bangunan tempat tinggal dalam kondisi aman, dan selalu siapkan jalur evakuasi darurat,” tulis BMKG dalam pernyataannya.
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang sulit diprediksi, namun dampaknya dapat diminimalkan dengan kesiapsiagaan. Pemerintah daerah Sukabumi bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga telah melakukan pemantauan lapangan dan memastikan tidak ada kerusakan signifikan akibat gempa kali ini.
Dengan kondisi geografis Sukabumi yang berada di jalur rawan gempa, masyarakat diharapkan terus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana, seperti mengenali tanda-tanda gempa, memahami titik kumpul aman, serta tidak mudah panik ketika terjadi guncangan. (SR)
